Ratusan Rumah Terendam Akibat Banjir 2985 Warga Terkena Dampak

Banjir yang melanda Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, telah menyebabkan dampak yang cukup signifikan bagi masyarakat setempat. Dengan ribuan jiwa yang terpaksa mengungsi dan ratusan rumah terendam, situasi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan lembaga terkait.

Menurut laporan terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, tercatat 657 unit rumah terendam banjir. Selain itu, sekitar 2.985 jiwa warga mengalami dampak langsung dari bencana ini, yang terjadi di berbagai lokasi di kota tersebut.

Kepala BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, mengungkapkan informasi lebih lanjut terkait peristiwa ini. Dia mencatat ada 15 titik lokasi yang terdampak banjir, yang tersebar di beberapa kelurahan di Kota Kendari.

Dampak Banjir Terhadap Permukiman Warga di Kendari

Banjir terparah melanda dua permukiman di Kelurahan Kambu, yang mengakibatkan 100 rumah terendam di Jalan Mangkeray. Di Jalan Hidayatullah, sebanyak 76 bangunan juga terkompromi akibat luapan air yang deras.

Di Kelurahan Lepo-Lepo, tempat yang juga terdampak cukup parah, tercatat 153 unit rumah terendam. Banjir di area ini terjadi akibat meluapnya Sungai Wanggu, yang tidak mampu menampung curah hujan yang tinggi dalam waktu singkat.

Selain itu, Kelurahan Baruga menjadi salah satu area lain yang mengalami dampak buruk, dengan 23 unit rumah terendam. Di lokasi ini, gangguan juga melanda beberapa wilayah RT seperti RT 7, RT 8, dan RT 19.

Kerugian Lain yang Diderita Masyarakat

Lebih lanjut, banjir tidak hanya merusak rumah, tetapi juga mengakibatkan kerugian di bidang pertanian. Sekitar 50 hektare lahan sawah di Kelurahan Baruga dilaporkan rusak akibat terendam air. Ini berpotensi mengganggu pasokan pangan dan ekonomi lokal.

Kerusakan juga tidak terbatas pada bangunan perumahan saja, jalan-jalan di Kota Kendari pun mengalami kerusakan parah. Struktur jalan yang terendam atau terkena longsor membuat akses warga menjadi semakin sulit.

Cornelius Padang menjelaskan bahwa situasi ini semakin diperparah dengan beberapa kejadian tanah longsor, di mana enam rumah di Anduonohu dan satu rumah di Kecamatan Kendari Barat rusak. Ini menambah derita masyarakat yang sudah terdampak banjir.

Pentingnya Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Bencana

Melihat situasi yang terjadi, BPBD Kota Kendari mengimbau masyarakat untuk selalu dalam keadaan waspada. Kesiapsiagaan sangat penting guna mendukung upaya mitigasi bencana agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Warga disarankan untuk memperhatikan informasi terbaru dari pihak berwenang, serta mengikuti instruksi yang dikeluarkan. Kesadaran masyarakat akan pentingnya persiapan menghadapi bencana bisa mengurangi dampak yang ditimbulkan.

Selain itu, edukasi tentang penanggulangan risiko bencana perlu diperkuat. Masyarakat harus mengetahui apa yang harus dilakukan dalam situasi darurat, termasuk evakuasi ke tempat yang lebih aman.

Related posts